Djarot Ungkap Satu Hal Yang Tidak Ia Sukai Dari Ahok

Djarot Ungkap Satu Hal Yang Tidak Ia Sukai Dari Ahok – Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih kerap disapa dengan nama Ahok meluncurkan buku yang berjudul kebijakan Ahok di gedung Filateli pada hari Kamis, 16 Agustus 2018. Dalam peluncuran buku tersebut turut hadir mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang mengomentari mengenai salah satu sifat yang ia tidak sukai dari mantan rekannya itu. Adapun sifat yang tidak ia sukai dari mantan kerabatnya itu adalah ketika ia (Ahok) memarahi orang langsung di depan media atau di depan umum.

Djarot Ungkap Satu Hal Yang Tidak Ia Sukai Dari Ahok
Djarot Ungkap Satu Hal Yang Tidak Ia Sukai Dari Ahok

“Yang saya tidak suka sama Pak Ahok, terus terang saja, kalau beliau marahin orang itu langsung di depan media, di depan umum,” ungkap Djarot. Pada kesempatan itu juga, Djarot membenarkan jika temannya itu tidak akan mendendam terhadap orang yang telah ia marahi, dan juga tidak akan membicarakan hal tersebut lagi dibelakang. Meski begitu, Djarot menilai bahwa hal tersebut seharusnya tidak dilakukan oleh Ahok di depan umum. Beliau (Ahok) juga pernah meminta masukan kepada Djarot mengenai bagaimana caranya menegur anak buah yang tidak beres dalam bekerja.

Saat itu, Djarot mengatakan bahwa dirinya akan memanggil anak buah yang tidak beres dalam bekerja tersebut dan menegurnya di kantor. “Saya marahi di kantor, setelah itu kalau dia masih enggak benar kerjanya ya sudah, kita potong (pecat). Kata dia (Ahok) Mas lebih sadis,” lanjut Djarot. Namun, di luar dari hal tersebut, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut menilai jika Ahok sangat fair dalam memberikan penilaian terhadap anak buahnya. Djarot juga mengatakan bahwa hal yang dilakukan oleh Ahok dengan sering kerap melakukan bongkar pasang pejabat adalah dengan tujuan untuk mempercepat roda pemerintahan.

Djarot Ungkap Satu Hal Yang Tidak Ia Sukai Dari Ahok

“Kalau kamu tidak bisa jalan kencang, maka minggir kau, pengganti yang lain masih banyak. Dan pada zaman Pak Basuki, sebenarnya banyak terjadi bongkar pasang jabatan, akan tetapi itu dilakukan secara terbuka dan semuanya dilakukan sesuai mekanisme,” ujar Djarot. Hari ini (17 Agustus 2018), Ahok kembali mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan selama 2 bulan karena telah berkelakuan baik. Akan tetapi berdasarkan pernyataan Ahok sebelumnya yang mengatakan dirinya ingin bebas murni, kemungkinan remisi tersebut kembali tidak di ambil olehnya.

Namun, Ahok menyatakan bahwa dirinya akan mendukung secara penuh capres Joko Widodo yang merupakan pasangan kerja sebelumnya di DKI Jakarta dan juga cawapres Ma’ruf Amin. Sebagai pengingat, Ahok dipenjarakan karena dianggap telah melakukan penistaan terhadap agama terkait pidatonya di Kepulauan Seribu. Pidatonya yang di edit oleh Buni Yani membuatnya harus mendekam di penjara selama 2 tahun dan baru bebas murni pada bulan Mei 2019 nanti.

Djarot Ungkap Satu Hal Yang Tidak Ia Sukai Dari Ahok

Meski demikian, Buni Yani juga telah mengakui bahwa dirinya bersalah karena mengedit pidato Ahok setelah di telantarkan oleh pihak yang memintanya mengedit video tersebut. Buni Yani juga di vonis bersalah oleh hakim yang mengawal sidangnya dan di vonis selama 1,5 tahun penjara.